🌉 Kasta Dalam Agama Buddha
Dalam masyarakat yang mengakui perbedaan derajat kelas, menurut keturunan atau kasta misalnya, setiap golongan memelihara jarak dan mempertahankan gaya hidup sendiri. Namun, Sang Buddha menolak penggolongan masyarakat berdasarkan asal-usul. Dalam meraih cita-cita pembebasan dalam agama Buddha, Sang Buddha pun menekankan pentingnya disiplin
Kasta Sudra adalah orang-orang yang memiliki tugas atau pekerjaan sebagai petani/ peternak, para pekerja/ buruh/budak. Dan mereka adalah para pekerja kasar. Kasta Paria adalah orang yang dianggap berada di luar kasta dalam agama dan kebudayaan Hindu, dalam golongan ini manusia dianggap sama dengan binatang dan tidak diakui keberadaannya.
Kasta dalam agama Hindu antara lain : Kasta Brahmana (kaum pendeta dan para sarjana), Kasta Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan), Kasta Waisya (pedagang petani, pemilik tanah dan prajurit). Kasta Sudra (rakyat jelata dan pekerja kasar). Namun, unsur budaya Indonesia lama masih tampak dominan dalam semua lapisan masyarakat.
Berbagai tradisi Yoga didapati dalam agama Hindu, Buddha, dan Jaina. Para guru dari India memperkenalkan Yoga ke Dunia Barat, mengikuti keberhasilan Vivekananda pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada tahun 1980-an, salah satu jenis Yoga menjadi populer sebagai suatu sistem latihan jasmani di Dunia Barat.
1. Ajaran Buddha tidak membedakan kelas / kasta. Buddha mengajarkan bahwa manusia menjadi baik atau jahat bukan karena kasta atau status sosial, bukan pula karena percaya atau menganut suatu ajaran agama. Seseorang baik atau jahat karena perbuatannya. Dengan berbuat jahat, seseorang menjadi jahat, dan dengan berbuat baik, seseorang menjadi baik.
Dalam buku Kehidupan Masyarakat Pada Masa Praaksara, Masa Hindu Buddha, dan Masa Islam (2019) karya Tri Worosetyaningsih, perkembangan Hindu Buddha di Indonesia telah membawa pengaruh besar dalam berbagai karya seni dan kerajinan maupun bangunan. Salah satu hasil karya adalah candi. Bagi Hindu dan Buddha candi memiliki fungsi yang berbeda.
10. Dalam perkembangan masyarakat Hindu di Nusantara dikenal sistem kasta yang terdiri dari 4 tingkatan masyarakat yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Hal ini sesuai dengan pengaruh Hindu-Buddha terhadap masyarakat Indonesia dalam bidang A. pemerintahan B. sosial C. ekonomi D. kebudayaan 11.
Agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia akibat pengaruh para bangsawan. Pemegang peranan terhadap proses masuknya kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia adalah golongan prajurit atau kasta kesatria. Teori Waisya merujuk pada peranan para pedagang India dalam penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia yang diikuti dengan
Sang Buddha dikenal oleh para Buddhis sebagai Sang Maha Guru Agung yang telah sadar atau tercerahkan yang membagikan wawasan -Nya untuk membantu makhluk hidup mengakhiri penderitaan mereka dengan melenyapkan ketidaktahuan/kebodohan/kegelapan batin ( moha ), keserakahan ( lobha ), dan kebencian/kemarahan ( dosa ).
.
kasta dalam agama buddha